Rabu, 09 Januari 2013

Siklus Pendapatan Dan Pengeluaran

Nama : Resti Nurul. F
Npm : 35110769
Kelas : 3DB20





Siklus Akuntansi
     Sistem Informasi Akuntansi memiliki beberapa sistem-sistem bagian (sub-system) yang berupa siklus-siklus akuntansi. Siklus akuntansi menunjukkan prosedur akuntansi mulai dari sumber data sampai ke proses pencatatan/pengolahan akuntansinya. Siklus akuntansi dibagi menjadi:
1. Siklus pendapatan
2. Siklus pengeluaran
3. Siklus produksi
4. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
5. Siklus buku besar dan laporan keuangan
     Siklus Pendapatan merupakan prosedur pendapatan dkimulai dari bagian penjualan otorisasi kredit, pengambilan barang, penerimaan barang, penagihan sampai dengan penerimaan kas. Siklus pengeluaran kas merupakan prosedur pengeluaran kas mulai dari proses pembelian sampai ke proses pembayaran. Siklus konversi merupakan siklus produksi mulai dari bahan mentah sampai ke barang jadi. Siklus manajemen Sumber Daya Manusia melibatkan prosedur penggajian. Siklus buku besar dan pelaporan keuangan berupa prosedur pencatatan dan perekaman ke jurnal dan buku besar dan pencetakan laporan-laporan keuangan yang datanya diambil dari buku besar. Hubungan antar siklus-siklus akuntansi dapat dilihat pada gambar 1.


 
Gambar 1. Hubungan Siklus-Siklus Akuntansi Keuangan Sistem Informasi Akuntansi


1.Siklus Pendapatan dan penerimaan

     Siklus pendapatan dan penerimaan terdiri dari berebagai sistim yang mencatat penjualan barang/jasa, penerimaan dan mencatat transfer pembayaran dari pelanggan (lihat bagan berikut).

 
Gambar 2. Siklus Pendapatan dan Penerimaan

Di bagian atas: Rincian barang/jasa yang terjual, harga, termin kredit (jika penjualan kredit) dituangkan ke dalam sebuah dokumen yang disebut “Nota Penjualan” (Sales Invoice/Invoice saja). Semua penjualan dicatat ke dalam 2 buah daftar, yaitu: “Buku Penjualan” (Sales Journal) dan “Daftar Piutang” (Accounts Receivable).
Di bagian bawah: Ketika pelanggan membayar, maka perusahaan membuat slip yang disebut dengan “Slip Setoran (deposit slip)”.  Disamping membuat slip setoran, perusahaan juga menerbitkan selembar bukti “Penerimaan Kas/Cek” (Cash/Check Receipt) yang akan menjadi dokumen pendukung dalam melakukan pencatatan di dalam “Buku Kas” sebagai penambah jumlah kas, sekaligus di dalam “Daftar Piutang (Account Receivables) sebagai pengurang nilai piutang (tagihan).
Jika kita perhatikan sekali lagi, maka terlihat jelas bahwa ujung dari proses penjualan dan penerimaan pembayaran menuju ke satu titik yaitu: Daftar Piutang (Accounts Receivable) yang tiada lain adalah daftar tagihan. Saat perusahaan melakukan penjualan kredit, saldo dalam daftar ini akan bertambah. Sebaliknya saat menerima pembayaran, nilainya berkurang.
Di dalam perusahaan manapun, alur proses penjualan, penerimaan kas dan daftar piutang disebut sebagai “Siklus Pendapatan” (Revenue Cycle). Dua dokumen terpenting dalam siklus ini adalah: nota penjualan (bukti penjualan ke pelanggan) dan slip setoran (bukti bahwa pembayaran telah di setorkan ke bank atau kas perusahaan).


 2.Siklus Pengeluaran

Tujuan umum diselenggarakan siklus pengeluaran
adalah:
1. Barang yang dibeli adalah yang dibutuhkan perusahaan
2. Barang diterima sesuai dengan pesanan dan dlm kondisi baik
3. Melindungi barang sampai dengan saat digunakan
4. Faktur pembelian barang atau jasa sudah benar dan sah
5. Mencatat dan mengklasikan biaya dengan teliti dan segera
6. Membukukan kewajiban dan pembayaran kas ke rekening utang dagang
7. Menjamin bahwa semua pembayaran telah Diotorisasi
8. Mencatat dan mengklasifikasikan pembayaran kas dengan teliti dan segera
9. Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa

Dalam pembelian barang, meliputi fungsi:

1. Menentukan kapan memerlukan barang

2. Memesan dan membeli barang

3. Menerima dan menyimpan barang

4. Memastikan kebenaran pencatatan utang

5. Menyiapkan pembayaran kas

6. Memindah bukukan catatan transaksi ke buku besar

7. Menyiapkan berbagai laporan keuangan dan laporan manajemen yang diperlukan

 
Gambar 3. Bagian Yang Terlibat

 
Gambar 4.Siklus Pengeluaran Belanja












  

Jumat, 09 November 2012

Kebijakan Nota pelanggan Restoran

Nama : Resti Nurul Fajriah
Npm : 35110769
Kelas : 3DB20


banyaknya restoran yang menggunakan nota pesanan pelanggan yang telah diberi nomor terlebih dahulu. Setiap layan diberikan nota ini untuk menulis pesanan pelanggan . pelayan diberitahukan untuk tidak membuang satupun nota pelanggan tersebut. Apabila terjadi kesalahan, mereka harus membatalkan nota tersebut dan menulis yang baru. Setiap hari , seluruh nota yang dibatalkan akan dikembalikan ke manajer. Bagaimanakah cara kebijakan ini dapat membantu restoran untuk mengendalikan penerimaan kasnya? 
Jawab :
Dari masalah yang ada dalam restoran ini maka cara kebijakan yang dapat membantu  restoran  untuk menegndalikan penerimaan kasnya , memang seharusnya restoran pada umumnya harus menggunakan nota agar setiap pelanggan dapat mempermudah dalam memesan makanan yang diinginkan dan jumlah makanan yang sudah dipesan oleh pelanggan dapat diketahui  dengan adanya bukti nota tersebut

http://bukuharianyuni.blogspot.com/

Penipuan yang dilakuakan pegawai

Nama : Resti Nurul Fajriah
Npm : 35110769
Kelas : 3DB20

Karyawan KUD Sikat Ratusan Juta

      

              BEBER – Aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum pegawai koperasi kembali terjadi. Kali ini satu keluarga asal Desa Sindangkasih, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon tertipu oleh oknum Pegawai Koperasi Unit Desa (KUD) berinisial BR bersama istrinya SN dengan dalih investasi berbunga sebesar 10 persen.
               Kepada Radar, salah satu korban penipuan, Gugun mengatakan bahwa pada awalnya oknum yang ternyata masih ada hubungan kerabat dengannya menawarkan investasi yang menggiurkan, berupa dana segar kepada koperasi tempat dia bekerja. Tidak hanya Gugun, seluruh anggota keluarganya pun ikut berinvestasi, sehingga jumlah total uang diberikan oleh keluarga Gugun sebanyak Rp430 juta. “Uang yang kami investasikan dipergunakan untuk membayar rekening listrik dan operasional KUD yang terletak di Desa Beber,” katanya, kemarin (25/9) saat berkunjung ke Graha Pena Radar Cirebon.
Kemudian, setelah jalan selama 18 bulan, persentase keuntungan usaha KUD  sebesar 10 persen tiap bulan untuk para investor mulai macet. Empat bulan pertama diakui pembayaran itu lancar, tapi sisanya mulai tersendat-sendat, hingga macet.
Borok penipuan oknum pegawai KUD tersebut mulai tercium setelah sepeda motornya dicuri. Kepada para investor, oknum tersebut mengaku uang yang digunakan untuk pembayaran persentase keuntungan usaha koperasi itu raib bersama motor yang hilang. Tapi, setelah diselidiki, dalam laporan kehilangan, tidak disebutkan sejumlah uang hanya sepeda motornya saja. “Akhirnya, pada tanggal 12 Agustus 2012 lalu, kakak saya Soni melaporkan tindakan itu kepada Polsek Beber, saya dijadikan saksi dan korban,” imbuhnya.
                Ternyata korbannya tidak hanya keluarga Gugun saja. Banyak investor yang melaporkan ke Polsek Beber. Bahkan, ada investor yang sama sekali belum dibayarkan persentase yang dijanjikan 10 persen itu. Khususnya mereka yang baru memasukkan uangnya selama dua sampai tiga bulan, sebelum terbongkarnya kasus penipuan itu. “Alhamdulillah kalau saya pribadi dan keluarga dari total 18 bulan, empat bulan sudah dibayarkan,” ucapnya.
Sebenarnya, Gugun dan investor lain memberikan kesempatan kepada oknum tersebut beberapa bulan untuk mengembalikan dana yang sudah raib. Tapi, pada perjalanannya tidak ada iktikad baik untuk mengambalikan. “Ya kita sudah kasih kesempatan, tapi tak dijalankan,” bebernya.
                  Akhirnya pada Hari Sabtu pagi (22/9) unit reskrim Polsek Beber berhasil menangkap oknum yang berinsial BR dan Ny SN di rumahnya di Desa/Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Oleh pihak Polsek Beber, BR langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Sedangkan, Ny SN yang merupakan istri BR hanya dikenakan wajib lapor karena punya balita.
Kapolres Cirebon AKBP H Hero Henrianto Bachtiar SIK MSi didampingi Kapolsek Beber AKP Abdoel Fatah melalui Kanit Reskrim Aiptu Agus Saefudin membenarkan pihaknya telah mengamankan kedua tersangka. “Mereka kami tangkap hari Sabtu pagi (22/9) lalu. Dan mereka (tersangka, red) masih kami periksa dan akan dijerat dengan pasal 378 KUHPidana tentang penipuan,” katanya.
Ditambahkan Agus, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan koperasi. “Kasus ini hanya dilakukan oleh seorang oknum KUD saja dan tidak ada kaitannya dengan institusi dan pengurus KUD tempat tersangka bekerja,” imbuhnya. (jun/rdh)


 http://radarcirebon.com/2012/09/breakingnews/karyawan-kud-sikat-ratusan-juta/

Minggu, 30 September 2012

Sistem Informasi Akuntansi

Nama : Resti Nurul Fajriah
NPM : 35110769
Kelas : 3DB20



Sistem informasi akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
  • Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
  • Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  • Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
  • Sistem pemrosesan transaksi mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/ pelaporan keuangan menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  • Sistem pelaporan manajemen yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

Manfaat

Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan

Ancaman-ancaman atas SIA
  • Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :
        Kebakaran atau panas yang berlebihan
        Banjir, gempa bumi
        Badai angin, dan perang
  • Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :
        Kegagalan hardware
        Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.
        Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.
  • Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :
       Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia
        Kesalahan tidak disengaja karen teledor
        Kehilangan atau salah meletakkan
        Kesalahan logika
        Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan
  • Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :
        sabotase
        Penipuan komputer
        Penggelapan

  • Beberapa ancaman (threats) lainnya adalah :
  1. Merekrut karyawan yang tidak kualified Hiring of unqualified
  2. Pelanggaran hukum oleh karyawan (Violation of employment law)
  3. Perubahan yang tidak diotorisasi opada file induk pembayaran (master payroll file)
  4. Ketidakakuratan data waktu (Inaccurate time data)
  5. Ketidakakuratan proses pembayaran
  6. Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran
  7. Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran
  8. Performansi jelek
Mengapa ancaman-ancaman SIA meningkat?
  • Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
  • Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.
  • WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.
Lingkungan Pengendalian
  • Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :
  1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
  2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
  3. Struktur organisasional
  4. Badan audit dewan komisaris
  5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
  6. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
  7. Pengaruh-pengaruh eksternal
AKTIVITAS PENGENDALIAN

Aktivitas pengendalian bertujuan untuk mengarahkan karyawan agar karyawan dapat bertindak sesuai dengan arahan manajer.
  • Aktivitas yang terkait dengan pelaporan keuangan. Meliputi: Perancangan dokumen yang baik dan penggunaan dokumen bernomor urut tercetak; Pemisahan tugas; Otorisasi atas transaksi; Pengamanan yang memadai; Cek independen atas kinerja rekan sekerja; Penilaian (valuation) atas jumlah yang mesti dicatat yang tepat
  • Aktivitas yang terkait dengan pemrosesan informasi, meliputi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Aktivitas ini membantu memastikan reliabilitas dan integritas sistem informasi yang memproses informasi keuangan maupun informasi non keuangan.
PENGENDALIAN UMUM
Meliputi:
  • Pengendalian organisasi.
  • Pengendalian dokumentasi.
  • Pengendalian akuntabilitas aktiva.
  • Pengendalian praktik manajemen.
  • Pengendalian operasi pusat informasi
  • Pengendalian otorisasi
  • Pengendalian akses
PENGENDALIAN AKUNTABILITAS AKTIVA
Sumber daya perusahaan (aktiva) perlu dijaga. Cara menjaga aktiva tersebut antara lain:
  • Penggunaan buku pembantu dalam catatan akuntansi
  • Rekonsiliasi (seperti rekonsiliasi kas dan persediaan)
  • Prosedur acknowledgement sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban atas aktiva yang ditangani oleh seseorang atau suatu bagian.
  • Penggunaan log dan register
  • Review oleh pihak independent