Npm : 35110769
Kelas : 2DB20
PENDAHULUAN
ISI
Entah sadar atau ga.secara ga langsung gw dah ninggalin kenangan gw tentang dy,,dan kenangan itu yang nantinya bkal gw simpen satu persatu di hati gw,,(alaah) J.entah buruk atau indah knangan itu,,asal gw ga ngelupainnya,,dan brusaha bwat teruz ngejaga kenangan tu.. swatu hari gw akan dapat menghargainya,dan bersyukur karna masih memilikinya..
Hari ini akan lbih banyak lagi hari yang akan terjadi dalam hdup gw,,semoga kenangan akan hari itu,,bisa menjadi pedoman untuk ngejalanin hari ini dengan diri yang lebih baik..gw bersyukur bisa sayang sma dy,,dan gw brterima kasih karna dy udah bikin kenangan di hdup gw..
Mungkin Aku harus seperti ini karena aku bodoh.. Walaupun terlihat baik-baik saja,. bahkan dalam keadaan ketika aku terluka sekalipun.
Aku baik kepadanya karena keinginanku. Aku senang dengan hanya dia tersenyum sekali saja. karena mungkin ini adalah kasih sayang, dimana aku bahagia bisa memberi.. Aku tidak mengharapkan imbalan apapun.
Aku akan terus selalu berada di tempat dimana aku dapat menghubunginya kapan saja ia mau mengulurkan tangannya. Sebuah tempat dimana aku dapat mengunjunginya setiap saat..
Aku akan tetap disana, karena aku menyayanginya.. Rasa sakit itu akan membuat aku senang, jika dia melihat kembali padaku sekali saja.. Hingga sampai pada saat orang lain yang dapat menjaganya di tempat dimana dulu aku yang menjaganya datang menggantikanku.. J
Aku akan pergi. Tapi izinkan aku tinggal untuk sementara waktu. Dimana aku hanya akan senang, walupun hanya dengan menatapmu. Sampai mata ini berhenti meneteskan air mata..
kamu akan aku biarkan pergi walau hanya sekedar mengucapkan TERIMA KASIH.. J
Nama : Resti Nurul. F
NPM : 35110769
Kelas : 2DB20
Ya allah.. kenapa aku berharap pada orang yang justru tidak mengharapkanku..?? Kenapa tetes air mata ini selalu jatuh hanya untuk seseorang yang justru tidak pernah memperdulikanku..? Kenapa aku harus menyayangii jika pada akhirnya dia tidak pernah bisa untuk menyayangi ku..?
Dan kenapa aku harus menyimpan semua perasaan ini jika pada akhirnya semua itu hanya akan menghancurkan hatiku yang jelas sudah retak..? Apa mungkiin karena rasa sayangku yang begitu besar padanya membuatku sulit untuk melupakannya..??wlaupun hati ini selalu berkata dia tidak memperdulikanku.. tapiii dasar hatii ini selalu bilang jika suatu saat kita dipertemukan kembalii.. AKU AKAN SELALU DISINI UNTUK MENYAYANGIMU.. :)
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut. Pada intinya, yang banyaklah yang menang dan yang banyak dianggap sebagai suatu kebenaran. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
2. TUJUAN
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
BAB II
ISI
1. PEMBAHASAN
· Demokrasi di Indonesia
Semenjak kemerdekaan 17 agustus 1945, UUD 1945 memberikan penggambaran bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden harus bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga secara hirarki seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu. Indonesia sempat mengalami masa demokrasi singkat pada tahun 1956 ketika untuk pertama kalinya diselenggarakan pemilu bebas di indonesia, sampai kemudian Presiden Soekarno menyatakan demokrasi terpimpin sebagai pilihan sistem pemerintahan. Setelah mengalami masa Demokrasi Pancasila, sebuah demokrasi semu yang diciptakan untuk melanggengkan kekuasaan Soeharto, Indonesia kembali masuk kedalam alam demokrasi pada tahun 1998 ketika pemerintahan junta militer Soeharto tumbang. Pemilu demokratis kedua bagi Indonesia terselenggara pada tahun 1999 yang menempatkan PDI-P sebagai pemenang Pemilu.
· Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia Beserta Contohnya
Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi. Ia menilai, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak disadari itu, membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC), membuka mata bangsa Indonesia, bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY menerima anugerah medali demokrasi. SBY pun memaparkan panjang lebar perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi Indonesia merupakan jawaban terhadap skeptisme perjalanan demokrasi di negeri ini. Beliau pun mencontohkan beberapa nada skeptis yang ditujukan kepada Indonesia. Pertama, demokrasi akan membawa situasi kacau dan perpecahan. Demokrasi di Indonesia hanyalah perubahan rezim, demokrasi akan memicu ekstrimisme dan radikalisme politik di Indonesia.
Beliau pun menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan Islam dan moderitas dapat berjalan bersama. Dan terlepas dari goncangan hebat akibat pergantian 4 kali presiden selama periode 1998-2002, demokrasi Indonesia telah menciptakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga telah berhasil menjadi sebuah negara demokrasi terbesar di dunia dan melaksanakan pemilu yang kompleks dengan sangat sukses.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari pengalaman masa lalu bangsa kita, kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Dan Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi hukum kurang ditegakan, kesamaan kurang di praktekan, partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal, musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama, dan seterusnya. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri, nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan.
2. Saran
Memahami nilai-nilai demokrasi memerlukan pemberlajaran, yaitu belajar dari pengalaman negara-negara yang telah mewujudkan budaya demokrasi dengan lebih baik dibandingkan kita. Dalam usaha mempraktekan budaya demokrasi, kita kadang-kadang mengalami kegagalan disana-sini, tetapi itu tidak mengendurkan niat kita untuk terus berusaha memperbaikinya dari hari kehari. Suatu hari nanti, kita berharap bahwa demokrasi telah benar-benar membudaya di tanah air kita, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Daftar Pustaka..
· http://blog.umy.ac.id/rodes2008/makalah-bagaimana-demokrasi-di-indonesia-sekarang-ini/